Kalo seseorang yang deket dengan diri lo selalu menempatkan diri lo as useless or un-Important Person?
Sekarang ini lagi heboh banget para pasangan di kancah selebriti yang masalahnya kayak kalimat diatas. Mereka dilecehkan oleh pasangannya, padahal pasangannya itu adalah partner hidupnya a.k.a suami/ istri nya...Gw pun gak suka banget kalo liat tayangan di infotainment (karena itu salah satu program TV yang seru.. hehehe.. maklum, Ibu Rumah Tangga) yang pasangannya dilecehkan oleh pasangannya sendiri.
Ternyata ada beberapa pemikirin/ pola pandang yang berbeda untuk sebuah tindakan memperlakukan pasangannya. Kalo gw sebagai permpuan yang notabene seorang istri juga & pastinya menganut aliran feminisme, ngeliat si AD (pentolan grup Band indonesia yg terkenal itu) yang menganggap istrinya - M.A.Y.A (masih istrinya) gak ngurusin anak & suami, lebih suka senang2 & clubbing (emangnya istri gak boleh senang2???) & sang istri itu tempatnya di rumah...??? Gak setuju banget gw dengan pendapatnya. Hal yang dikatakan si Kristin (Diva dangdut Indonesia) yang bilang ke suaminya, tokoh politik salah satu partai yang berlambang Ka'bah tapi sekarang sedang terkena masalah korupsi, "Kalo cuma buat masak air & beresin rumah aja, mendingan jangan cari istri, tapi cari pembantu aja.." nah ini gw setuju!
Keliatan banget kalo contoh 2 kaum wanita diatas meminta haknya sebagai istri/ partner hidup pasangannya untuk dihargai dan diperlakukan setara atau bahasa kerennya seperti PARTNER HIDUP, bukannya untuk disuruh2 kayak pembantu, sementara sang pasangan bisa menganggap/ lebih menghargai rekan sekerjanya/ sepermainannya/ seprofesinya atau temannya lebih baik dibandingkan dengan sang istri. [Sebenernya siih gak cuma berlaku untuk kaum Hawa aja yaaa, tapi kondisinya bisa aja Si Adam diperlakukan seperti itu]
Tapi, siapa sih yang mau diperlakukan/ dianggap 'kecil'? kalo sebenernya kita bisa berkembang menjadi 'besar'?
Ada cerita tentang "What We Speak Can Effect Others"
Suatu waktu ada seorang Scientist alias Ilmuwan, hidupnya penuh dengan penelitian, semua hal diteliti dengan menggunakan logika nya, tetapi sang teman memberikan tasks untuk meneliti 2 buah kejadian.
Yang pertama, sang ilmuwan disuruh mengambil air yang nantinya akan dibuat sebongkah es batu, temannya menyuruh membuat 2 bongkah es batu. Es batu yang pertama harus dibuat dengan suasana hati yang tidak enak dan yang satu lagi dibuat dengan suasana hati yang senang. Lalu ditunggulah sampai kedua es batu tersebut benar2 menjadi es. Hasilnya, Kristal yang dibentuk pada es batu yang dibuat dengan suasana hati yang tidak enak, hancur tidak berbentuk kristal, tetapi es yang dibuat dengan suasana hati yang senang, kristal es nya sangatlah bagus.
Ilmuwan itu tidak percaya akan hasilnya, sampai Ia mencoba berkali2... akhirnya sang teman memberikan contoh lain. Ilmuwan itu disuruh menanam 2 tumbuhan yang sama, dari bibit yang sama, dengan tanah yang sama, dan perlakuan yang sama. Bedanya, pada masing2 tumbuhan itu diberikan label "Kamu Jelek!" dan "Kamu Cantik sekali!" dan setiap melihat tumbuhan itu, sang ilmuwan disuruh menyebutkan kata2 yang terdapat di label itu ke tumbuhan yang dimaksud. Setelah sekian lama.. Hasilnya, tumbuhan dengan label "Kamu Jelek!" tumbuh tidak berbunga dan hampir mati, sementara tumbuhan dengan label "Kamu Cantik sekali!" tumbuh dengan bunga yang lebat dan cantik sekali..."
Sekalipun menurut kita Es batu & tumbuhan tersebut tidak mempunyai TELINGA untuk mendengar & HATI untuk merasakan, tapi ternyata perkataan kita pun bisa berdampak pada perkembangan & hasilnya...
Terpikikan bila perkataan buruk kita bisa mempengaruhi perasaan & kehidupan seseorang yang notabene punya TELINGA & HATI???
Jadi, mulai sekarang, berkatalah dengan kata2 yang BAIK kepada semua orang (walaupun itu bentuknya berupa kritikan)...
Think Positive not a Bad things to Do for a Good Reason. Make Others Hear & Feel NICE & WISE words from Our Mouth...
Cheers!
No comments:
Post a Comment